Buang Air kecil

Amri Knowledge Entreprene | Rabu, 20 Juli 2005 11:08 WIB | 3.626 kali
Buang Air kecil



Seperti biasa, kalau kami ada acara di daerah-daerah, selalu kontak teman-teman untuk bisa bertemu agar perjalanan itu mempunyai banyak nilai. Begitu juga, ketika mendapat kesempatan untuk diskusi tentang “Unlocking Qolbu Power for Living” yaitu membuka gembok-gembok kecerdasan qolbu dalam menghadapi kehidupan di PEMDA DKI, kamipun juga mengontak sahabat-sahabat yang ada di st1:City>Jakarta. Ketika acara selesai, kami dan kolega yang ada di Jakarta makan siang dan dilanjutkan melihat acara pameran buku di Senayan.

Diperjalanan, untuk menghibur diri terhadap kemacetan
Jakarta, kita mendiskusikan banyak hal yang berkaitan dengan perusahaan atau karir hidup yang harus dipertanggungjawabkan kepada Sang Pencipta. Dari sekian banyak diskusi, baik yang terselesaikan maupun hanya sekedar wacana, ada satu hal yang sangat menarik, yaitu gaya Aagym untuk mendapatkan “inescapable experience” (pengalaman tak terelakkan) yang dapat dijadikan inspirasi untuk sama-sama membangun bangsa yang sampai sekarang masih terpuruk.

Teman kami dikendaraan menceriterakan bagaimana hebohnya ketika mengundang Aagym, tiba-tiba beliau minta berhenti sejenak di area yang berdekatan dengan lokasi kegiatan, sambil mengatakan: “Maaf saya mau buang air kecil dulu.”Tentu saja, panitia secara sepontan mengatakan: “Nanti saja Aagym, disana buang air kecil saja, sudah dipersiapkan tempatnya oleh panitia”.

Namun Aagym tetap saja ingin buang air kecil ditempat yang tidak disediakan panitia. Kata temen saya melanjutkan, “Ini sering dilakukan Aagym baik di perusahaan, kampus atau tempat-tempat lainnya.”Ketika sahabat kami minta pendapat tentang sikap Aagym tadi, maka kami memberikan sebuah jawaban prediksi yaitu: “Aagym bisa jadi memang ingin kecing atau sebenarnya beliau sekedar ingin mendapatkan “inescapable experience” (pengalaman yang tak terelakkan) pengalaman nyata tentang kebersihan”. Sebab salah satu indikator kebersihan sistem ditempat manapun adalah kamar kecilnya.

Ketika kami memberikan jawaban prediksi, hati kami juga tertawa geli, sebab pernah punya pengalaman ketika ingin kerjasama bisnis dengan perusahaan tertentu, pimpinan perusahaan itu sambil membersihkan debu di meja mengatakan: ”Pak Amri, bagaimana kita bisa mengerjakan proyek-proyek besar, sedangkan kita mengurusi kebersihan meja kerja sendiri saja belum mampu?.”

Sahabat CyberMQ

Marilah kita punya impian-impian besar, namun jangan lupa kita benahi dan wujudkan impian-impian kecil, sebab kalau yang kecil saja belum mampu, apalagi yang besar-besar.

Berani hadapi tantangan membereskan yang kecil-kecil sebelum mendapatkan yang besar-besar?

Bagaimana pendapat sahabat !!!

Masrukhul Amri :
Seorang Knowledge Entrepreneur-pengusaha gagasan, bertempat tinggal di hp. 0812-2329518, Aktivitas sehari-hari sebagai Konsultan Manajemen Stratejik-Alternatif dan Director The Life University; Reengineering Mindsets - Unlocking Potential Power, TIM Daarut Tauhiid Bandung, sampai sekarang mengasuh acara MQ Enlightenment di 102.7 MQ FM. Spesialis konsultasi alternatif di beberapa perusahaan nasional dan multi nasional, MBA-Main Bersama Amri di CyberMQ dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung. Mottonya adalah mari sama-sama belajar menjadi yang terbaik. e-mail : amri@manajemenqolbu.com











 

o:p> 

 



Yuk Bagikan :

Baca Juga

Gagal Yang Sukses
Selasa, 10 Desember 2013 05:17 WIB
Dunia Semakin Sempit, Hati Harus Semakin Luas
Selasa, 12 November 2013 06:04 WIB
Maafkan Aku, Ayah dan Ibu.!
Senin, 20 Mei 2013 06:13 WIB
Kesalahan Pola Hati
Kamis, 27 Mei 2010 13:41 WIB