Irilah
pada Kamis, 15 Januari 2009 18:59 WIB
Pada tanggal 8 Nopember 2008, kami mendapat kesempatan berjumpa dengan teman-teman di komunitas TDA (Tangan Diatas) sekitar 250 orang dan mendapat kesempatan membahas “The Unlocking Pontential Power In Business”, yaitu membuka gembok-gembok potensi dalam bisnis. Dialog pembahasan ini, kami membahas tentang bagaimana cara membuka gembok-gembok potensi dalam berbisnis. Salah satunya adalah kita harus berani meningkatkan rasa iri kepada dua hal yaitu kita harus belajar menumbuhkan rasa iri kepada orang-orang yang berharta dan mengamalkan hartanya serta kepada orang-orang yang berilmu yang mengamalkan ilmunya. Keesokan harinya yaitu tanggal 9 Nopember 2008, kami membuka http://jamil.niriah.com/2008/11/09/iri-lah/, rupanya Bapak Jamil Azzaini yang pada saat itu ada dalam forum tersebut, dan beliau adalah seorang konsultan manajemen dengan bukunya kubik leadership, terispirasi oleh bahasan tadi, beliau menulis sebagai berikut:
Selama ini saya sering mendengar seruan buanglah penyakit hati, salah satunya adalah iri. Namun pada acara halal bihalal TDA (Tangan Diatas) pada Sabtu, 08 Nopember 2008 di Daarut Tauhid Bandung para undangan yang hadir malah diserukan untuk iri. Sang penyeru bernama mas Amri yang memiliki pekerjaan bersepeda dan hobi konsultan itu. “Kalau Anda ingin jadi pengusaha beneran, Anda harus iri”