Abatasa - Belajar Bersama

Teknik Mengasah Kepintaran Spiritual Anak Bag. I

Oleh abatasa pada Rabu, 18 September 2013 07:06 WIB

Ada banyak prinsip kepintaran spiritual yang dapat Anda gali dari dalam diri anak, bahkan diri Anda sendiri. Berikut ini cara-cara menggali dan mengembangkannya :

1.   CARI GAMBARAN UTUH TENTANG "SIAPA SAYA"

Prinsip pertama kepintaran spiritual adalah adanya kesadaran bahwa diri sendiri adalah sebuah mukjizat (keajaiban). Karena itu, seyogyanya Anda dan anak harus bangga dan kagum pada diri sendiri. Kesadaran berikutnya, adalah kesadaran bahwa manusia tinggal di jagad raya yang maha luas ini berdampingan dengan makhluk hidup lain.

Prakteknya dalam kehidupan sehari-hari :


2.   GALI NILAI-NILAI

Nilai (value) merupakan panduan bertindak atau bersikap. Pertama kali dalam hidupnya anak berkenalan dengan nilai yang dianut orang- tuanya. Setelah itu, dari teman-teman, guru, keyakinan agama, dan lingkungan.

Nilai-nilai spiritualitas itu misalnya: kebenaran, kepedulian, cinta, tenggang rasa, kesatuan, kesabaran, kejujuran, kerjasama, pengertian, integritas, rasa syukur, keadilan, keberanian, kebebasan, amal, rasa percaya, humor, persamaan hak, kesederhanaan, kedamaian, tanggung jawab, kemurnian hati, ketekunan, dan harmoni.

Seseorang yang memiliki kepintaran spiritual, hidup dalam nilai- nilai tersebut. Ia menjadi mudah terhindar stres, pertikaian, juga keraguan. Ia menggunakan nilai-nilai itu untuk kebaikan dirinya maupun banyak orang.

Prakteknya dalam kehidupan sehari-hari :


3.   AJARI MENCIPTAKAN VISI DAN MISI

Visi adalah kemampuan berpikir atau merencanakan masa depan dengan bijak dan imajinatif. Visi, rencana, atau panggilan hidup ini ibarat ‘pembimbing’ anak. Semakin tinggi visi anak, semakin besar pengaruh yang mungkin ia miliki terhadap orang-orang maupun kehidupannya.

Contoh visi tidak terbatas dan kekal misalnya seperti yang dimiliki Muhammad, Yesus, Khong Hu Cu, Buddha, Lao Tze, Mahatma Gandhi, Mother Theresa, dan sebagainya.

Prakteknya dalam kehidupan sehari-hari :


4.  AJAK ANAK UNTUK MEMAHAMI DI RI SENDIRI DAN ORANG LAIN
Orang yang pintar spiritual memiliki belas kasih dan komitmen kepada orang lain. Tak hanya sampai di situ, mereka pun akan ikut bertanggung jawab dalam menolong. Mereka akan tidak tahan menyaksikan penderitaan orang lain.

Karena itu ajak anak untuk memahami dirinya sendiri. Ini akan membuat anak lebih memahami orang lain, yang akan mendorongnya melakukan tindakan dan reaksi nyata kepada orang lain.

Prakteknya dalam kehidupan sehari-hari :


Disadur dari buku Pintar Spiritual - editor Deni Karsana - Wyeth Nutritionals