Cumi Sumbat
Oleh abatasa pada Minggu, 09 Juni 2013 06:47 WIB
Bahan Bahan :
Bumbu Halus :
- Cumi 3 ekor ukuran sedang, buang tulang dan tintanya
- Udang 250 gr, cincang halus
- Daun bawang 1 batang, iris halus
- Merica bubuk 1 sdt
- Santan 500 ml
- Air asam jawa 1 sdt
- Serai 1 batang, geprek
- Gula pasir 1 sdt
Bumbu Halus :
- Cabai merah 3 buah
- Pala bubuk 1 sdt
- Bawang merah 5 buah
- Belacan/terasi 1/2 sdt
Cara Membuat :
- Isi: udang, daun bawang, merica bubuk, dan garam dicampur menjadi satu. Sisihkan
- Isi badan cumi dengan 2 sdm campuran udang dan sematkan ujungnya dengan lidi
- Panaskan minyak goreng dan goreng cumi sampai V2 matang. Angkat dan tiriskan
- Tumis bumbu halus dan serai sampai harum. Masukkan cumi dan aduk sampai rata
- Tambahkan santan, garam, dan gula. Masak sampai bumbu meresap dan kuah kental. Tambahkan air asam dan aduk sebentar sampai rata dan cumi benar-benar matang
- Angkat dan sajikan.
Tentang Santan Kelapa
- Minyak dalam santan kelapa terdapat dalam bentuk emulsi minyak air dengan protein sebagai stabilisator emulsi. Air sebagai pendispersi dan minyak sebagai fase terdispersi. Di dalam sistem emulsi minyak air, protein membungkus butir-butir minyak dengan suatu lapisan tipis, sehingga butir-butir tersebut tidak dapat bergabung menjadi satu fase kontinyu.
- Butir-butir minyak dapat bergabung menjadi satu fase kontinyu jika sistem emulsi dipecah dengan jalan merusak protein sebagai pembungkus butir-butir minyak. Dalam industri makanan, peran santan sangat penting baik sebagai sumber gizi, penambah aroma, cita rasa, flavour dan perbaikan tekstur bahan pangan hasil olahan.
- Santan mengandung senyawa nonyl methyl keton dengan suhu yang tinggi akan menyebabkannya bersifat volatil dan menimbulkan bau yang enak. Santan dapat diekstrasi dengan cara diperas dengan tangan dan disaring.
- Kelapa harus diparut supaya daging buahnya hancur dan jaringan yang mengandung santan rusak. Dengan demikian, santan mudah keluar.
- Daging kelapa itu kemudian diperas supaya santan keluar dari jaringan.
- Santan dapat mengalami destabilisasi oleh beberapa mekanisme destabilisasi, yaitu:
2. Koalesensi (coalescence) yang melibatkan pecahnya lapisan tipis antarpermukaan, penggabungan gtobula-globula, dan penurunan areal antar permukaan.